Zaman Hidupnya Homo Sapiens dan Ditemukannya di Indone「Bali Casino」sia

  • 时间:
  • 浏览:0
insight di Bali Casinoemail kamu.

Daftarkan email

Spesies ini mempengaruhi evolusi manusia yang berkembang di Pulau Jawa, terutama di kala plestosen akhir sampai holosen awal. Dua ras yang berkembang di Indonesia pada masa awal Homo sapiens adalah Australomelanesid dan Mongolid.

KOMPAS.com - Manusia purba di Indonesia ada dua macam, pithecantropus dan homo. Homo dikaitkan dengan era manusia yang lebih modern.

Ini merupakan satu dari empat spesies yang ditemukan Pulau Jawa. Tiga spesies lainnya adalah Megantropus paleojavanicus, Pithecantropus modjokertensis, dan Pithecantropus erectus.

Para ahli paleoantropologi akhirnya berkesimpulan bahwa manusia Wajak ini memiliki ciri-ciri Australomelanesid seperti yang dimiliki oleh manusia yang sekarang menjadi penduduk Australia.

Secara teori, manusia modern berkembang dari manusia purba Homo erectus. Homo sapiens sangat mirip manusia modern.

Beberapa karakter yang mirip antara lain ukuran otaknya sangat mirip dengan manusia modern, tengkoraknya tebal, tonjolan bubung alis, dan dagunya tidak menonjol.

Kehidupan manusia purba jenis Homo sapiens muncul pada periode Zaman Batu Lama atau yang disebut Paleolitikum Atas. Zaman ini terjadi sekitar 10.000 tahun sebelum masehi.

Homo sapiens secara kehidupan sudah jauh lebih modern dan sudah memiliki budaya. Jenis manusia ini sudah tinggal di rumah-rumah panggung. Sedangkan untuk peralatan yang digunakan masih berupa alat batu.

Baca juga: Manusia Purba Kanibal Tertua Ternyata ‘Sepupu’ Homo Sapiens

Secara genetis, Homo sapiens berasal dari Asia Barat. Homo sapiens membawahi subspesies lainnya seperti Homo heidelbergensis dan Homo rhodensiensis.

Homo sapiens di Indonesia diwakili subspesies Homo wajakensis. Homo wajakensis yang ditemukan di Wajak, Tulungagung. Genus Homo ini karakteristik tulangnya lebih progresif dari manusia Pithecantropus.