Khawatirkan Kiamat Serangga, Ini Langkah Ahli untuk Selamatkan 「William Hill」Populasi

  • 时间:
  • 浏览:0

William HillPerkirWilliaWilliam Hillm Hillaan terjadinya penurunan pWilliam HillopulaWilliam Hillsi serangga di Indonesia ini, kata Peggie bisa terlihat dari jumlah spesies serangga yang saat ini sangat sulit untuk ditemukan.

Peneliti Laboratorium Entomologi Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Djunijanti Peggie mengatakan isu penurunan dan meningkatkan kritis atau kiamat serangga ini memang sudah terlihat nyata.

Baca juga: Krisis Iklim Bikin Serangga Penyerbuk di Ekosistem Indonesia Terancam

Ilustrasi serangga terancam punah

Ia juga menyebutkan ada beberapa faktor penyebab hal ini terjadi, seperti berikut.

Peggie mencontohkan pengurangan serangga dapat terlihat dari salah satu jenis serangga terbang yaitu kupu-kupu.

Seperti kupu-kupu Graphium codrus yang tidak termasuk dalam kategori langka atau tidak terancam punah dan bukan endemik Indonesia.

Kendati di Indonesia, jumlah populasi secara keseluruhan belum terdata hingga saat ini, namun penurunan populasi serangga itu diperkirakan karena sulitnya menemukan ragam spesies serangga yang belum dan bahkan yang sudah teridentifikasi sub-spesiesnya.

"Status kiamat serangga ini memang nyata dan sangat mengkhawatirkan," kata Peggie dalam situs resmi LIPI, Jumat (5/6/2020).

"Namun, dengan status bukan endemik, bukan langka dan tidak terancam punah ini pun ternyata spesimen Graphium codrus di MZB hanya ada 21 spesimen darii empat sub-spesies," ujar dia.

KOMPAS.com- Para ahli memperkirakan jumlah populasi serangga di alam semakin berkurang, dan ini berkaitan dan berdampak pada keberlangsungan hidup manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Kepunahan Serangga Liar Bahayakan Pasokan Pangan Dunia, Kok Bisa?