Gambling Handicap_Ranking of European Bookmakers_Baccarat Cash Network_Football betting network_Live Dealer Casino

  • 时间:
  • 浏览:0

Online gambling Malaysiamau dari OnlinOnline gambling MalaOnline gambling Malaysiaysiae gambling Malaysiakeluarga berada aOnline gambling Malaysiatau biasa saja, cowok yang pernah nyantren akan terbiasa dengan kesederhaan. Dia nggak akan menjanjikan kamu yang macam-macam.

Enggak perlu deh curiga sama mantan-mantannya. Cukup kamu satu-satunya yang menjadi kekasih buat dia. Kekasih halal, pastinya.

Bangun sebelum mata hari terbit sudah jadi kebiasaan buat dia. Setiap hari selalu diisi dengan kegiatan yang produktif.  Selain menjadi pribadi yang mandiri, kehidupan pesantren juga membuat dia menjadi disiplin terutama soal waktu. Ya iya lah, selama di pesantren, dia sudah dibiasakan untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Kamu yang menjadi pendampingnya mau nggak mau akan ketularan disiplinnya. Malu dong, masa iya dia sudah bangun dari pagi tapi kamu masih saja molor.

Di usia yang masih muda, dia sudah pergi dari rumah untuk belajar di pesantren. Hidup jauh dari orang tua di usia yang masih sangat muda pastinya menjadikan dia mandiri. Siapa sih yang nggak senang punya suami yang mandiri? Ketika kamu lagi sibuk ngurus rumah, dia nggak akan ribet minta diurusin ini itu. Bahkan, dia bisa dengan cekatan membantu kamu mengurus rumah. Kalau cuma soal beres-beres rumah aja sih gampang buat dia, orang beres-beres gedung pesantren yang gede aja sanggup.

Surat menyurat jadi alat komunikasi yang masih berlaku buat anak pesantren. Ketika di pesantren, mereka nggak boleh bawa hape atau laptop sendiri, jadi deh sarana komunikasi satu-satunya ya surat-suratan. Jangan heran kalau kebiasaan itu kebawa sampai saat ini dia sudah nggak tinggal di pesantren. Waktu kamu lagi ngambek, eh tiba-tiba ada surat nyelip di buku kamu. Surat permintaan maaf darinya. Kuno sih tapi rasanya romantis banget.

Kamu nggak perlu khawatir bakal nggak nyambung atau bosan karena tiap hari ngerasa diceramahin terus menerus. Justru mereka lebih senang diajak ngobrol sesuatu hal yang lain di luar kehidupan pesantrennya.

Punya pacar di pesantren adalah hal yang mustahil. Enggak sedikit cowok pesantren yang tetap menjaga peraturan itu meski sudah nggak tinggal di pesantren lagi. Pastinya, ini sangat menguntungkan buat kamu yang nggak pingin digantungin sama cowok: pacaran lama-lama, ke mana-mana bareng, tapi pas ditanya kapan nikah pura-pura meninggal. Kebanyakan cowok yang pernah nyantren nggak pingin berlama-lama penjajakan, begitu merasa ada yang bergetar, langsung dilamar.

Kehidupan di pesantren memang membuat para santrinya merasakan pahit-manis hidup di pondok pesantren. Pengalaman balajar di pesantren tentu memiliki banyak manfaat bagi para santri. Kemandirian, kesederhanaan, dan kekuatan iman menjadikan mereka yang pernah tinggal di pesantren lebih tangguh dalam melewati cobaan hidup. Begitu pula dengan cowok-cowok yang pernah nyantren. Sepertinya mereka adalah imam yang diutus khusus untuk membahagiakan kamu.

Eh, tapi jangan salah! Meskipun cowok-cowok pesantren itu hafal betul soal agama, tapi mereka tetap pribadi yang asyik kok untuk diajak bergaul. Kehidupan di pesantren memang ketat dan banyak larangan. Tapi, bukan berarti mereka yang nyantren jadi kuper alias kurang pergaulan. Mereka tetap bisa update tentang sesuatu yang sedang hits dengan ‘caranya sendiri’.

Sudah dijelaskan di atas kalau cowok pesantren bukan cowok kuper. Justru pergaulannya di pesantren cukup luas dan solid. Di pesantren, dia akan bertemu banyak anak dari berbagai daerah. Sama-sama jauh dari keluarga membuat mereka jadi sangat kompak dan pada akhirnya jadi seperti keluarga. Lulus dari pesantren pun persahabat mereka tak akan usai. Jadilah dia punya teman dari berbagai daerah. Kalau dia lagi main ke suatu daerah, eh ternyata ada teman yang dulu satu pesantren tinggal di sana.

Tentang bagaimana dia dan teman-temannya mencoba jadi anak bandel di pesantren. Tentang gurunya yang benar-benar menjadi inspirasi buat dia. Semua ceritanya tentang pesantren tak pernah membuatmu bosan.

Dia hanya ingin membuat kamu yang telah dipersuntingnya bahagia.

Kalau soal ini nggak perlu diminta, ‘seperangkat alat sholat’ yang pernah diucapkan bukan hanya janji semata.

Di pesantren, dia nggak melulu belajar soal agama. Sama dengan sekolah pada umumnya, dia juga belajar IPA, Matematika, IPS, dan kawan-kawannya. Hanya saja, dia juga belajar agama lebih banyak dari sekolah umum. Ketika lulus, mereka yang pernah sekolah di pesantren juga bebas ingin melanjutkan jadi apa. Mau terus menekuni agama boleh, mau berprofesi lainnya juga boleh. Ada banyak kok profesional sukses yang dulunya sekolah di pesantren. Walaupun akhirnya nggak jadi guru agama, rata-rata cowok yang pernah sekolah di pesantren memiliki pemahaman agama yang lebih dari yang lain.