Apakah Bahan L「Indonesia Lottery Loopholes」okal Pengganti Nasi Aman untuk Anak?

  • 时间:
  • 浏览:0

SIndonesia Lottery LoopholesindonesiIndonesia Lottery Loopholesa Lottery LoopholeseIndonesia LotterIndonesia Lottery Loopholesy Loopholesmentara itu, balita atau usia 2-5 tahun dianjurkan untuk mengonsumsi 35 persen lauk pauk berupa protein hewani dan nabati, 30 persen sayur dan buah, serta 35 persen makanan pokok.

Tan menuturkan, anak-anak membutuhkan nutrisi yang komplet agar bisa bertumbuh dengan baik.

Baca juga:

Keempat makanan tersebut adalah ubi jalar, singkong, sagu, dan jagung. Namun, apakah makanan pengganti nasi aman dikonsumsi anak-anak?

Ilustrasi puree sayur di dalam stoples kaca.

KOMPAS.com - Beberapa daerah di Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Namun, ada juga yang mengonsumsi makanan pokok lain.

Namun, penting untuk mengetahui kebutuhan gizi yang diperlukan bagi anak-anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Jika ingin memenuhi kebutuhan gizi, anak usia 6-23 bulan membutuhkan 25 persen asupan sayur dan buah, 30 persen protein hewani, serta kacang-kacangan.

Pangan lokal pengganti nasi aman dikonsumsi

Untuk anak usia 6-23 bulan, makanan pokok seperti nasi dan umbi hanya memenuhi 35 persen kebutuhan gizi.

Jika dilihat dari segi keamanan, Dokter dan Ahli Gizi Masyarakat DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum mengatakan bahwa makanan pengganti nasi dianggap aman.

"Kearifan pangan lokal selalu aman bagi penduduk setempat karena merupakan pangan tradisi turun menurun," ujar Tan kepada Kompas.com, Jumat (13/8/2021).

Ada empat sumber karbohidrat yang akrab bagi beberapa penduduk Indonesia dan sering dijadikan makanan pokok.