Heboh Fenomena Ikan Teri "Terbang" di Pantai Selata「European mainstream betting company」n Jogja, Apa Penyebabnya? Halaman 2

  • 时间:
  • 浏览:0

Selain itEEuropean European mainstream betting companymainstream betting companyuropean mainstream betting companyu, bisa jadi karena adanya arus kuat/gelombang tinggi/besar. Kemungkinan lainnya, karena sekarang peralihan musim dan menjelang/awal mongso keempat (kapat).

Apakah ikan teri tersebut aman dikonsumsi? 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

"Berdasarkan pengamatan saya, fenomena ini setiap tahun terjadi, minimal satu sekali," kata Suwarman kepada Kompas.com, Jumat (24/9/2021).

"Aman, berprotein, dan mempunyai nilai ekonomi," kata Suwarman.

Suwarman menjelaskan, ikan teri termasuk ikan pelagis kecil. Sifatnya bergerombol dan bersifat fototoksi positif. Artinya, ikan yang suka bergerombol dan mendekat apabila ada cahaya/lampu/kondisi terang.

"Menjelang mongso kapat, biasanya bulan September dan Oktober," ujar Suwarman.

Pertama, adanya perubahan/perbedaan suhu air laut di tengah dan di pantai (dingin-panas).

Suwarman mengatakan, ada beberapa penyebab fenomena ikan teri ini.

Menurut Suwarman, ada juga kemungkinan penyebab lainnya, yaitu karena mencari/mengejar makan secara bergerombol. 

Penyebab lainnya, kemungkinan ada predator/pemangsa di tengah laut berupa ikan yang lebih besar.

Penyebab lainnya, kemungkinan di pantai lebih terang daripada di laut. Ia menyebutkan, ikan teri cenderung mendekati cahaya atau tempat yang terang di pantai.