Baccarat Master_Casino game_bvweide registration

  • 时间:
  • 浏览:0

TSportsSportserentSportsang jejak di belakang

Dan hilang yang kelak di depan

Tak kau dan ku lalui

Tak menyerah pada waktu

-Rindu, Banda Neira

Sebagian kamu mungkin ada yang masih asing dengan pulau ini, sementara sebagian lain merasa pernah mendengarnya ketika belajar sejarah di sekolah. Miris memang, manakala turis asing jauh lebih mengenal Banda Neira ketimbang orang Indonesia sendiri. Yup, pulau yang nampak masih lengang ini kerap dijadikan tujuan wisatawan asing untuk menyelam. Keindahan bawah lautnya mampu bikin orang asing rela jauh-jauh mengunjungi pulau ini demi memuaskan hasrat menyelam mereka. Daratannya elok, bawah airnya pun menjadi cocok dikatakan sebagai tempat menyelam terbaik. Adapun beberapa spot menyelam yang bisa kamu coba diantaranya Sonegat, Pulau Keraka, Pulau Sjahrir Batu Kapal, Pulau Lontar, Pulau Ai, hingga Pulau Hatta.

Di tempat ini dulu mendiang Bung Hatta dan Sjahrir mengadakan sekolah sore. via travel.kompas.com

Sampai kita tua

Jendela, kursi..

-Benderang, Banda Neira

Bung Hatta dan Sutan Sjahrir pernah diasingkan di Banda Neira dari kurun waktu 1936-1942, selama 6 tahun. Selama diasingkan, Hatta dan Sjahrir juga sempat mengadakan sekolah sore yang diperuntukkan bagi masyarakat setempat. Kenangan tentang Hatta bisa kamu napak tilasi di situs sejarah Rumah Pengasingan Bung Hatta. Di rumah pengasingan mendiang bung Hatta tersebut kamu bisa menemukan peninggalan sang proklamator, dari mulai kacamata, sepatu, jas, tempat tidur dengan seprei dan kelambunya, serta meja tua, dan mesin tik. Rumah pengasingan Hatta tersebut menjadi saksi bahwa meski dalam pengasingan, sang Proklamator masih menyempatkan diri untuk menulis artikel. Sementara 7 pasangan meja dan bangku, beserta papan tulis menjadi bukti nyata sekolah sore yang diadakan oleh Bung Hatta dan Sjahrir.

-Langit dan Laut, Banda Neira

Atau bunga di meja..

-Matahari Pagi, Banda Neira

Langit dan laut

dan hal-hal yang tak kita bicarakan

Biar jadi rahasia

Menyublim ke udara

Hirup dan sesakkan jiwa

Selamanya

Jangan Pernah Lewatkan Sekeping Surga di Timur Nusantara, Banda Neira! Cantiknya JuaraYang patah tumbuh yang hilang berganti

Yang hancur lebur akan terobati

Yang sia-sia akan jadi makna

Yang terus berulang suatu saat nanti

Dengan segala rekam jejak sejarahnya, kulinernya, hingga beberapa spot yang keren untuk menyelam, menjadikan Banda Neira sebagai pulau yang tepat untukmu menghabiskan waktu libur. Setidaknya kamu harus berkunjung ke sana walau hanya sekali.

Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti – Banda Neira

Ketika mendengar nama Banda Neira, sebagian kamu mungkin teringat sebuah grup duo yang digawangi oleh Rara Sekar dan Ananda Badudu. Banda Neira yang lagu-lagunya asyik untuk kamu putar kala santai-santai sore. Untukmu yang belum mengetahui, Banda Neira adalah pulau utama dari dari gugusan kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Adapun letaknya di tenggara kota Ambon. Banda Neira yang merupakan ibu kota kecamatan Banda ini sempat menjadi tempat pengasingan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir selama 6 tahun. Tak hanya bersejarah, Banda Neira juga pulau wisata yang setidaknya pernah kamu kunjungi walau hanya sekali. Berikut ini pesona Banda Neira nun di Timur Indonesia yang mampu memikat hatimu.

Ku di liang yang satu

Riuh rasa diembannya

Melewati hari

Menyeruak

Mengumbar wewangi

Menuruti rindu yang tiada habis

Mewangi

Benteng yang dibangun pada tahun 1611 ini menurut catatan sejarah sebenarnya adalah salah satu peninggalan Portugis. Namun, ketika Belanda mengambil alih pemerintahan, benteng ini dialihfungsikan untuk memudahkan VOC dalam memantau lalu lintas kapal dagang. Bangunan yang bentuknya mirip dengan gedung Pentagon di Amerika Serikat ini memang berbentuk segi lima. Pastikan kamu mengunjungi benteng ini kala pagi atau sore sambil berselfie ria. Karena dari puncak benteng kamu bisa menikmati pemandangan pulau-pulau sekitaran Banda Neira, gunung api, hingga birunya lautan.

Terang benderang

Ku di sebelahmu

– Sampai Jadi Debu, Banda Neira

Matahari pagi hangat dan menerangi

Dunia yang gelap, hati yang dingin

Perlahan berganti menjadi bahagia

Tidak jauh dari rumah pengasingan Bung Hatta, sekitar 10 menit berjalan kaki, kamu bisa menemukan rumah pengasingan Sjahrir. Sama halnya seperti Bung Hatta, Sjahrir pun diasingkan ke Banda Neira. Bersama Hatta, Beliau pun turut mengajar di sekolah sore yang mereka adakan. Di rumah bergaya Indis tersebut, kamu bisa menemukan barang-barang peninggalan Sjahrir. Ada piringan hitam, lemari kayu berisi buku catatan dan alat tulis, hingga tersimpan mesin ketik antik.

Sampai jadi debu

Seperti halnya daerah kepulauan lainnya, di mana kuliner khasnya berupa menu berbahan utama ikan, pun demikian dengan makanan khas pulau Banda. Nggak jauh-jauh dari ikan! Buat kamu yang doyan menyantap ikan, kamu bakal betah banget berlibur di pulau satu ini. Beberapa kuliner Banda Neira diantaranya Ikan Kuah Asam Pala, Sate Ikan Manis, Perkedel atau bistik ikan, terung saus kenari, roti hangat dengan selai pala, serta panganan non beras seperti kue dadar, kue Gogos, dan kue Jambu berbahan dasar singkong.

– Pangeran Kecil, Banda Neira

VOC membangun istana Mini Neira setahun sebelum dibangunnya Istana Merdeka di Batavia (Jakarta). Istana ini dulunya adalah tempat tinggal Gubernur VOC. Tak pelak jika pada masanya istana tersebut menjadi bangunan termegah dan terindah di Banda Neira. Buat kamu yang hobi fotografi atau sekadar doyan selfie, jangan lupa untuk mengabadikan momen di istana satu ini. Karena pemandangan di depannya sayang untuk dilewatkan, yakni pantai dengan air laut yang biru jernih.

-Mewangi, Banda Neira

Dulu, Banda Neira terkenal sebagai pulau penghasil pala yang membuat banyak orang Eropa berbondong-bondong menuju pulau ini. Yup, karena saat itu harga pala di Eropa begitu mahal, tak pelak jika orang Eropa rela menyeberang jauh sampai ke Banda Neira. Begitulah mengapa pulau ini begitu berharga di mata orang asing pada masanya. Kalau kamu masih merasa penasaran tentang sejarah Banda Neira, agaknya Rumah Budaya Banda Neira mampu menuntaskan kepenasarananmu. Yup, di museum yang berkonsep rumah budaya ini terdapat catatan sejarah, barang-barang peninggalan VOC, mata uang, hingga sejumlah lukisan yang menggambarkan situasi pada masa itu. Jadi, kamu bisa mengenal lebih dekat tentang Banda Neira dari museum satu ini.

Tidur, tidurlah sayang

Esok kan segera datang

Tutup buku kesayanganmu itu

Esok atau lusa kita buka kembali